Ulasan Saya Setelah Mencoba Mailflare dan Setup Email Menggunakan Domain Sendiri dengan Budget Minim di Cloudflare
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman setelah mencoba Mailflare dan mencari alternatif untuk setup email menggunakan domain sendiri dengan budget yang relatif minim di Cloudflare.
Mailflare dan Quickinbox
Mailflare ❌
https://github.com/hieunc229/mailflare
Quickinbox ✅
https://github.com/DivinPrince/quickinbox
Pengalaman Saya Menggunakan Mailflare
Ketika pertama kali melihat Mailflare, kesan pertama saya sebenarnya cukup bagus. Dari sisi tampilan terlihat sangat menarik, modern, bahkan bisa dibilang cukup "seksi". 😄
Tapi setelah saya coba secara langsung, ternyata pengalaman penggunaannya tidak semanis tampilannya. Ada beberapa batasan yang cukup mengganggu bagi saya.
1. Menambahkan Akun Email Baru untuk Team
Ketika saya ingin menambahkan akun email baru untuk kebutuhan team, ternyata tidak bisa dan malah diarahkan ke halaman upgrade.
Padahal dalam kasus saya masih menggunakan domain yang sama, bukan domain yang berbeda. Jadi awalnya saya cukup heran, karena ekspektasi saya, membuat alamat email tambahan dalam satu domain seharusnya masih memungkinkan.
Mungkin memang seperti itu model fitur atau lisensi yang diterapkan oleh Mailflare.
2. Penggunaan Resource Cloudflare Workers
Saya menggunakan Cloudflare Free yang tentu memiliki resource Workers lebih terbatas.
Dalam pengujian saya, Mailflare beberapa kali mengalami masalah karena limit resource Worker. Agar penggunaannya lebih lancar, dokumentasinya sendiri memang merekomendasikan menggunakan Workers Paid Plan sekitar $5 per bulan.
Bukan berarti saya keberatan membayar $5. Hanya saja posisi saya saat ini masih tahap mencoba dan mengevaluasi.
Kalau dalam tahap pengujian saja resource yang dibutuhkan sudah cukup terasa, saya jadi mempertimbangkan bagaimana penggunaannya nanti jika email, user, dan aktivitasnya semakin banyak.
💡 Alternatifnya Adalah Quickinbox
Setelah cukup frustrasi mencoba Mailflare, akhirnya saya mencari alternatif dan menemukan project bernama Quickinbox di GitHub.
Konsepnya kurang lebih mirip. Sama-sama memungkinkan kita membuat email menggunakan domain sendiri dan menjalankannya di Cloudflare Workers.
Bedanya, dari pengalaman saya sejauh ini, Quickinbox terasa jauh lebih ringan, bahkan sangat ringan menurut saya.
Saya mencobanya menggunakan Cloudflare Free dan sejauh ini belum mengalami masalah Worker kehabisan resource seperti yang saya alami sebelumnya.
Menggunakan Resend untuk Kirim dan Terima Email
Untuk layanan kirim dan terima emailnya saya menggunakan Resend, sama seperti ketika saya menggunakan Mailflare.
Resend menyediakan paket gratis hingga 3.000 email per bulan dengan batas 100 email per hari.
Kalau kebutuhannya lebih besar dari itu, tentu harus beralih ke paket berbayar.
Kombinasi Setup yang Saya Gunakan
Jadi untuk saat ini kombinasi yang saya gunakan adalah:
Quickinbox + Cloudflare Free + Resend
Menurut saya kombinasi ini cukup menarik untuk kalian yang ingin mencoba setup email menggunakan domain sendiri dengan budget yang relatif minim, tetapi tetap mendapatkan performa yang cukup oke.
Kesimpulan
Mailflare sebenarnya menarik, terutama dari sisi tampilan dan konsepnya. Namun untuk kebutuhan dan kondisi pengujian saya saat ini, beberapa batasan dan penggunaan resource-nya membuat saya akhirnya mencari alternatif.
Setelah mencoba Quickinbox, sejauh ini pengalaman yang saya dapatkan cukup baik. Penggunaan resource terasa lebih ringan dan masih bisa berjalan menggunakan Cloudflare Free.
Jika digabungkan dengan Resend, kombinasi Quickinbox + Cloudflare Free + Resend bisa menjadi salah satu pilihan menarik untuk mencoba email dengan custom domain tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.
Tentu ini berdasarkan pengalaman penggunaan saya pribadi. Kebutuhan dan hasilnya bisa berbeda tergantung konfigurasi, jumlah pengguna, volume email, dan skala penggunaan masing-masing.
Selamat mencoba 🙃

Posting Komentar