Suka tampilan macOS tetapi tetap ingin menggunakan Linux? Sebenarnya ada cukup banyak distro Linux yang dari bawaan sudah memiliki tampilan desktop dengan nuansa mirip macOS.
Mulai dari penggunaan dock di bagian bawah, panel di bagian atas, efek transparansi, animasi yang halus, hingga desain aplikasi yang dibuat konsisten dan minimalis.
Jadi, kalau tujuanmu hanya ingin mendapatkan pengalaman desktop ala macOS, tidak selalu harus menghabiskan waktu memasang theme, extension, icon pack, dan mengutak-atik desktop sampai lupa tujuan awal install Linux. 😆
Linux yang Tampilannya Mirip macOS
Berikut beberapa distro Linux yang menurut saya menarik jika kamu mencari tampilan bawaan atau layout desktop yang memiliki nuansa seperti macOS.
1. deepin OS
Situs resmi: https://deepin.org
Kalau berbicara soal visual, deepin OS termasuk salah satu distro Linux yang paling serius menggarap tampilan desktop.
Deepin menggunakan desktop environment buatannya sendiri bernama Deepin Desktop Environment atau DDE. Tampilannya modern dengan animasi yang halus, efek transparansi, rounded corner, serta dock yang membuat pengalaman desktop-nya cukup dekat dengan nuansa macOS.
Salah satu fitur menariknya adalah gaya dock yang dapat dibuat lebih compact dan mengambang di bagian bawah layar. Hasilnya terlihat cukup elegan tanpa perlu melakukan banyak konfigurasi tambahan.
Kalau prioritas utamamu adalah tampilan Linux yang modern dan punya banyak efek visual, deepin layak masuk daftar teratas.
2. elementary OS
Situs resmi: https://elementary.io
elementary OS mungkin menjadi salah satu distro yang paling sering disebut ketika mencari alternatif Linux dengan filosofi desain mirip macOS.
Secara default, desktop-nya menggunakan panel di bagian atas dan dock aplikasi di bagian bawah. Tetapi yang membuat elementary OS menarik bukan hanya layout-nya.
Tim elementary mencoba membangun pengalaman desktop yang konsisten secara keseluruhan. Mulai dari desain window, icon, typography, hingga aplikasi bawaan seperti Files, Mail, Music, Terminal, Calendar, dan Settings dibuat mengikuti pedoman desain mereka sendiri.
Perlu dicatat bahwa elementary OS versi terbaru sudah tidak lagi menggunakan Plank seperti beberapa versi lamanya. Dock sekarang menjadi bagian dari pengembangan desktop elementary sendiri.
Jadi, dibanding sekadar memasang theme macOS di Linux, elementary OS terasa lebih seperti sistem operasi yang sejak awal memang dirancang dengan filosofi desktop minimalis dan konsisten.
3. CutefishOS
Situs resmi: https://cutefishos.com
Kalau hanya melihat dari sisi desain, CutefishOS termasuk distro yang cukup terang-terangan mengambil inspirasi dari macOS.
Desktop-nya menggunakan kombinasi panel atas, dock bawah, launcher sederhana, efek transparansi, serta desain window yang dibuat clean dan modern.
Tujuan Cutefish sejak awal memang menghadirkan desktop Linux yang sederhana dan mudah digunakan tanpa harus melakukan banyak customization setelah instalasi.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan. Pengembangan Cutefish sempat mengalami periode tidak aktif dan kemudian kembali menunjukkan aktivitas. Karena itu, untuk saat ini saya lebih melihat CutefishOS sebagai distro yang menarik untuk dicoba atau dieksplorasi terlebih dahulu dibanding langsung dijadikan pilihan utama untuk komputer kerja.
4. Ubuntu Budgie
Situs resmi: https://ubuntubudgie.org
Kalau ingin mendapatkan tampilan ala macOS tetapi tetap berada di ekosistem Ubuntu, Ubuntu Budgie bisa menjadi pilihan yang cukup menarik.
Ubuntu Budgie menggunakan Budgie Desktop dan menyediakan berbagai opsi layout yang dapat dipilih dengan relatif mudah.
Salah satunya adalah layout Cupertino. Layout ini mengubah susunan desktop menjadi lebih menyerupai macOS dengan panel di bagian atas dan dock aplikasi di bagian bawah.
Keunggulan lainnya adalah basis Ubuntu. Artinya, dokumentasi, repository software, dukungan hardware, dan komunitasnya relatif mudah ditemukan.
Jadi kalau kamu menginginkan perpaduan antara tampilan ala macOS dengan ekosistem Ubuntu yang sudah familiar, Ubuntu Budgie cukup menarik untuk dipertimbangkan.
5. Zorin OS Pro
Situs resmi: https://zorin.com
Zorin OS sebenarnya lebih terkenal sebagai distro Linux yang ramah untuk pengguna yang berpindah dari Windows.
Namun melalui aplikasi Zorin Appearance, pengguna dapat mengganti layout desktop dengan sangat mudah.
Pada Zorin OS Pro, tersedia layout premium dengan susunan desktop bergaya macOS. Cukup memilih layout tersebut tanpa harus mencari theme, dock, extension, dan icon pack secara manual.
Kekurangannya tentu saja fitur layout tersebut tersedia pada edisi Pro yang berbayar.
Tetapi kalau ingin pengalaman yang praktis dan tidak ingin terlalu banyak melakukan customization secara manual, Zorin OS Pro bisa menjadi pilihan yang nyaman.
6. pearOS
Situs resmi: https://pearos.xyz
Kalau yang dicari benar-benar distro Linux yang mengejar estetika macOS, pearOS mungkin menjadi salah satu nama yang paling menarik di daftar ini.
Dari icon, dock, panel atas, wallpaper, desain window, hingga berbagai elemen kecil desktop dibuat dengan nuansa yang sangat dekat dengan sistem operasi milik Apple.
pearOS bisa menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang lebih mementingkan pengalaman visual dan ingin mendapatkan desktop ala macOS tanpa harus membangun tampilannya sendiri dari nol.
Meski demikian, karena popularitas dan komunitasnya tidak sebesar Ubuntu, elementary OS, atau Zorin OS, saya tetap menyarankan untuk mengecek dukungan hardware serta kondisi pengembangannya sebelum menjadikannya sistem operasi utama.
Mana Linux yang Paling Mirip macOS?
Kalau disederhanakan berdasarkan karakteristiknya, kira-kira pilihannya seperti ini:
- Paling terasa seperti macOS: pearOS dan elementary OS
- Paling menarik secara visual: deepin OS
- Cocok untuk penggunaan harian: Ubuntu Budgie dan elementary OS
- Paling mudah mengganti layout: Zorin OS Pro
- Cocok untuk eksperimen: CutefishOS
Tentu saja penilaian tersebut cukup subjektif. Distro yang paling cocok tetap bergantung pada kebutuhan, hardware, desktop environment yang disukai, serta seberapa jauh kamu ingin melakukan customization.
Mirip macOS Bukan Berarti Menjadi macOS
Ada satu hal penting yang perlu dibedakan.
Semua distro di atas hanya menawarkan pengalaman yang mirip macOS dari sisi tampilan, layout, dan sebagian pola interaksi desktop.
Di balik tampilannya, sistem tersebut tetap Linux dengan kernel Linux, filesystem Linux, package manager, desktop environment, serta ekosistem aplikasi Linux.
Jadi jangan berharap menjalankan aplikasi eksklusif macOS seperti Final Cut Pro atau Xcode hanya karena dock-nya sudah berada di bawah. 😆
Alternatif: Ubah Linux Sendiri Menjadi Mirip macOS
Sebenarnya kamu juga tidak wajib menggunakan distro khusus hanya untuk mendapatkan tampilan seperti macOS.
Desktop environment seperti GNOME dan KDE Plasma bisa dikustomisasi cukup jauh menggunakan kombinasi theme, icon pack, dock, extension, wallpaper, dan pengaturan window.
Misalnya Ubuntu, Fedora, Arch Linux, Linux Mint, atau distro lainnya tetap bisa dibuat memiliki tampilan ala macOS.
Bedanya, distro seperti deepin, elementary OS, pearOS, atau layout tertentu di Ubuntu Budgie dan Zorin OS sudah memberikan sebagian besar pengalaman tersebut sejak awal.
Kesimpulan
Linux memberikan kebebasan yang cukup besar dalam urusan tampilan desktop. Bahkan kalau menyukai desain macOS, kamu tidak harus menggunakan perangkat Mac hanya untuk mendapatkan layout dan estetika desktop yang serupa.
deepin menawarkan visual yang sangat polished, elementary OS unggul dalam konsistensi desain, Ubuntu Budgie menawarkan fleksibilitas dengan basis Ubuntu, Zorin OS Pro memberikan cara paling praktis untuk berganti layout, sementara CutefishOS dan pearOS menawarkan pendekatan yang lebih berani dalam membawa estetika macOS ke dunia Linux.
Pada akhirnya, pilih distro berdasarkan kebutuhan terlebih dahulu, baru tampilan. Karena theme bisa diganti kapan saja, tetapi kestabilan sistem, dukungan hardware, repository software, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari jauh lebih penting.
Kalau menurut kalian, distro Linux mana yang punya tampilan bawaan paling mirip macOS? 🐧🍎

Posting Komentar