Tauri menjadi salah satu framework desktop yang cukup menarik untuk developer yang ingin membuat aplikasi dengan teknologi web, tetapi dengan ukuran aplikasi yang lebih ringan dibandingkan Electron.
Salah satu alasan utamanya adalah Tauri tidak membawa browser engine seperti Chromium di dalam setiap aplikasi. Namun, di balik kelebihan tersebut ada konsekuensi yang perlu diketahui, yaitu ketergantungan terhadap WebView yang tersedia di sistem operasi.
Tauri Bergantung pada WebView Sistem Operasi
Berbeda dengan Electron yang membawa Chromium bersama aplikasinya, Tauri memanfaatkan WebView bawaan atau yang tersedia pada sistem operasi untuk menampilkan antarmuka aplikasi.
Pada Windows, Tauri menggunakan Microsoft Edge WebView2. Artinya, aplikasi Tauri membutuhkan WebView2 Runtime agar antarmukanya dapat ditampilkan dengan baik.
Jadi, ketika WebView2 Runtime dihapus dari Windows 11, aplikasi Tauri yang mengandalkannya juga bisa gagal dijalankan dan menampilkan error seperti:
Could not find the WebView2 Runtime.🤣
Electron vs Tauri
Secara sederhana, perbedaan pendekatannya bisa digambarkan seperti ini:
- Electron: aplikasi membawa Chromium bersama aplikasinya.
- Tauri: aplikasi menggunakan WebView yang tersedia di sistem operasi.
Pendekatan Tauri membuat ukuran aplikasi bisa jauh lebih kecil karena developer tidak perlu menyertakan browser engine secara penuh. Namun, konsekuensinya adalah aplikasi menjadi lebih bergantung pada lingkungan sistem operasi tempat aplikasi tersebut dijalankan.
Kelebihan Sekaligus Kekurangan
Menariknya, hal yang membuat Tauri ringan juga menjadi salah satu potensi kekurangannya.
Dengan tidak membawa browser engine sendiri, ukuran aplikasi dan penggunaan resource dapat ditekan. Namun, developer perlu memperhatikan ketersediaan WebView dan kompatibilitasnya pada sistem target.
Jadi, bukan berarti Tauri lebih buruk daripada Electron. Keduanya hanya memiliki pendekatan yang berbeda. Jika ingin aplikasi yang membawa lingkungan browser sendiri secara konsisten, Electron punya keunggulan di sisi tersebut. Sementara jika prioritasnya adalah aplikasi desktop yang lebih ringan dan memanfaatkan WebView sistem, Tauri menjadi pilihan yang menarik.
Kesimpulan
Tauri memang ringan, tetapi ada trade-off. Di Windows, aplikasi Tauri bergantung pada Microsoft Edge WebView2. Jika runtime tersebut tidak tersedia atau mengalami masalah, aplikasi juga dapat ikut bermasalah.
Jadi, ketika memilih antara Tauri dan Electron, jangan hanya melihat ukuran aplikasi. Pertimbangkan juga bagaimana masing-masing framework menangani browser engine, dependency sistem, kompatibilitas, dan pengalaman pengguna saat aplikasi didistribusikan.
CMIIW 🙃

Posting Komentar