Setelah internet banyak mengadopsi WebP buatan Google, kini ada format gambar generasi baru yang menarik perhatian: JPEG XL (JXL). 🫣
WebP saat ini sudah menjadi salah satu format gambar modern yang umum digunakan di web. Sementara itu, JPEG XL menawarkan pendekatan yang lebih ambisius, terutama dalam hal kualitas gambar, HDR, kompresi lossless, fotografi, dan pengarsipan.
Lalu, apa perbedaan WebP dan JPEG XL, apa kelebihan masing-masing, dan kapan sebaiknya kita menggunakannya?
1. WebP: Format Gambar Modern yang Sudah Matang untuk Web
WebP adalah format gambar yang dikembangkan oleh Google dengan tujuan menghasilkan ukuran file yang lebih efisien untuk penggunaan di web.
Format ini mendukung kompresi lossy dan lossless, transparansi melalui alpha channel, serta gambar animasi. Dukungan browser-nya juga sudah sangat luas.
Kelebihan WebP
- Ukuran file relatif kecil dan cocok untuk optimasi website.
- Mendukung kompresi lossy maupun lossless.
- Mendukung transparansi.
- Mendukung animasi.
- Dukungan sangat luas di browser modern.
Kekurangan WebP
WebP tetap memiliki beberapa keterbatasan dibanding format gambar generasi baru. Salah satunya adalah dimensi maksimum gambar sebesar 16.383 × 16.383 piksel.
WebP juga menggunakan kedalaman warna 8-bit per channel, sehingga kurang ideal untuk workflow HDR dan fotografi profesional yang membutuhkan kedalaman warna lebih tinggi.
Perlu dicatat bahwa WebP tidak selalu lossy. Format ini juga menyediakan mode lossless untuk mempertahankan data gambar tanpa kehilangan informasi akibat kompresi.
Kapan Sebaiknya Menggunakan WebP?
Gunakan WebP jika prioritas utama adalah performa, kompatibilitas browser, dan kecepatan loading website.
WebP cocok digunakan untuk:
- Gambar artikel dan blog.
- Thumbnail.
- Foto produk e-commerce.
- Ilustrasi website.
- Banner dan aset visual web.
- Animasi ringan sebagai alternatif GIF.
2. JPEG XL (JXL): Format Gambar Generasi Baru
JPEG XL, dengan ekstensi .jxl,
adalah format gambar generasi baru yang dikembangkan untuk menangani berbagai kebutuhan,
mulai dari distribusi gambar di web hingga fotografi berkualitas tinggi dan pengarsipan.
JPEG XL mendukung kompresi lossy dan lossless, rentang dinamis tinggi (HDR), wide color gamut, progressive decoding, resolusi sangat tinggi, serta kedalaman warna yang lebih tinggi dibanding WebP.
Kelebihan JPEG XL
- Mendukung kompresi lossy dan lossless.
- Mendukung HDR dan wide color gamut.
- Mendukung kedalaman warna tinggi dan floating-point.
- Mendukung gambar dengan resolusi sangat besar.
- Memiliki progressive decoding yang sangat baik.
- Mendukung transparansi dan animasi.
- Mendukung berbagai color space untuk workflow profesional.
- Dapat melakukan transcoding JPEG lama secara lossless.
Lossless JPEG Transcoding
Salah satu kemampuan paling menarik dari JPEG XL adalah lossless JPEG transcoding.
File JPEG konvensional dapat dikonversi ke representasi JPEG XL tanpa kehilangan informasi JPEG aslinya, dan pada skenario tersebut dapat direkonstruksi kembali menjadi JPEG yang identik.
JPEG
↓
Lossless JPEG Transcoding
↓
JPEG XL
↓
Dapat direkonstruksi
↓
JPEG asli
Fitur ini membuat JPEG XL menarik untuk kebutuhan arsip foto dan koleksi JPEG dalam jumlah besar.
Kekurangan JPEG XL
Hambatan terbesar JPEG XL saat ini bukan pada kemampuan teknis formatnya, melainkan pada dukungan software dan browser yang belum semerata WebP.
Karena itu, penggunaan JXL sebagai satu-satunya format gambar untuk website masih perlu mempertimbangkan kompatibilitas browser pengguna.
Kapan Sebaiknya Menggunakan JPEG XL?
JPEG XL menarik untuk kebutuhan yang lebih mengutamakan kualitas, fleksibilitas, dan penyimpanan jangka panjang, seperti:
- Fotografi resolusi tinggi.
- Master image dan pengarsipan.
- Digital artwork.
- Gambar HDR dan wide color gamut.
- Scientific imaging.
- Koleksi JPEG yang ingin diarsipkan secara lebih efisien.
Misalnya, saat menyimpan draf ilustrasi visual untuk proyek novel Waktu yang Menunduk, JPEG XL dapat menjadi format menarik untuk mempertahankan detail dan rentang warna pada master artwork sebelum nantinya diekspor ke format distribusi atau percetakan.
Begitu pula pada fotografi alam dengan gradasi warna yang kompleks. Dukungan bit depth dan HDR yang lebih tinggi memungkinkan JPEG XL mempertahankan transisi warna dengan lebih baik dan mengurangi risiko color banding pada workflow yang mendukungnya.
3. Perbedaan WebP dan JPEG XL
| Fitur | WebP | JPEG XL |
|---|---|---|
| Kompresi Lossy | Ya | Ya |
| Kompresi Lossless | Ya | Ya |
| Transparansi | Ya | Ya |
| Animasi | Ya | Ya |
| HDR / High Bit Depth | Terbatas | Ya |
| Progressive Decoding | Terbatas | Ya |
| Lossless JPEG Transcoding | Tidak | Ya |
| Dukungan Browser | Sangat luas | Masih berkembang |
| Fokus Penggunaan | Web & distribusi | Web, fotografi & arsip |
4. Dukungan Browser untuk JPEG XL
Salah satu faktor terpenting sebelum menggunakan JPEG XL di website adalah dukungan browser.
Safari termasuk browser utama yang telah menyediakan dukungan JPEG XL. Sementara itu, status implementasi pada browser berbasis Chromium dan Firefox terus berkembang dan dapat berbeda berdasarkan versi browser serta konfigurasi.
Karena dukungannya masih berubah, sebaiknya selalu periksa status dukungan JPEG XL terbaru di Can I Use sebelum menggunakannya sebagai format utama di production.
Untuk website publik dengan target browser yang luas, WebP masih menjadi pilihan yang lebih aman dari sisi kompatibilitas.
5. WebP atau JPEG XL: Mana yang Lebih Baik?
WebP dan JPEG XL sebenarnya tidak harus dipandang sebagai dua format yang saling menggantikan secara mutlak.
Untuk kebutuhan web saat ini, WebP unggul dari sisi kompatibilitas dan kematangan ekosistem. JPEG XL menawarkan kemampuan teknis yang lebih luas untuk kualitas gambar, HDR, high bit depth, progressive decoding, dan pengarsipan.
Prioritas kompatibilitas & performa web
→ WebP
Prioritas kualitas tinggi & HDR
→ JPEG XL
Master image & pengarsipan
→ JPEG XL
Website dengan target browser sangat luas
→ WebP / fallback format
Kesimpulan
WebP masih menjadi salah satu pilihan paling praktis untuk optimasi gambar website karena ukuran file yang efisien dan dukungan browser yang sangat luas.
Sementara itu, JPEG XL membawa sejumlah kemampuan yang menarik untuk masa depan imaging: HDR, high bit depth, progressive decoding, resolusi tinggi, serta lossless JPEG transcoding.
Untuk saat ini, keputusan menggunakan JXL di web tetap harus mempertimbangkan kompatibilitas browser. Namun untuk fotografi, master artwork, dan pengarsipan, JPEG XL sudah menjadi format yang sangat menarik untuk diperhatikan.

Posting Komentar