Menurut saya, tier list bahasa pemrograman sering kali terlalu dipengaruhi oleh hype media sosial, bukan oleh data adopsi industri dan kebutuhan kerja di dunia nyata.
Kalau kita menilainya dari sisi penggunaan di perusahaan, skala ekosistem, kebutuhan developer, serta relevansinya terhadap dunia kerja, hasilnya bisa cukup berbeda.
1. C dan C++ di Posisi GOAT
Untuk posisi ini, saya cukup setuju. C dan C++ masih menjadi fondasi penting dalam banyak lapisan teknologi modern.
Keduanya banyak digunakan untuk sistem operasi, embedded system, game engine, aplikasi performa tinggi, compiler, database, hingga software yang membutuhkan akses dekat ke hardware.
Umurnya memang sudah panjang, tetapi relevansinya belum hilang.
2. Python dan Go di Hall of Fame
Menempatkan Python di tier tinggi masih sangat masuk akal. Python memiliki posisi kuat di bidang AI, machine learning, data science, automation, scripting, dan backend.
Go juga berkembang pesat, terutama untuk backend modern, distributed systems, cloud infrastructure, dan microservices.
Banyak tooling cloud-native modern juga dibangun menggunakan Go, sehingga posisinya di industri sudah cukup kuat.
3. Rust: Teknologinya Brilian, tetapi Adopsinya Masih Lebih Niche
Dari sisi desain bahasa, Rust memang sangat menarik. Memory safety tanpa garbage collector, performa tinggi, dan sistem type yang kuat menjadikannya salah satu bahasa modern paling inovatif.
Namun jika tolok ukurnya adalah jumlah proyek industri dan lowongan kerja secara umum, adopsinya masih lebih kecil dibanding Java, JavaScript, Python, C#, atau PHP.
Rust sudah digunakan di berbagai perusahaan besar dan proyek sistem, tetapi belum bisa disebut sebagai bahasa mainstream di seluruh segmen industri.
4. JavaScript, TypeScript, dan C# Tidak Layak Diremehkan
Menaruh JavaScript dan TypeScript hanya di tier menengah menurut saya kurang mencerminkan kondisi industri saat ini.
JavaScript masih menjadi bahasa utama di frontend web, sedangkan TypeScript semakin banyak digunakan untuk proyek JavaScript skala menengah hingga besar.
Ekosistem React, Vue, Angular, Node.js, Next.js, dan berbagai framework modern membuat JavaScript dan TypeScript tetap memiliki permintaan yang sangat besar.
C# juga memiliki posisi kuat, terutama melalui ekosistem .NET untuk aplikasi enterprise, backend, desktop, cloud, serta pengembangan game melalui Unity.
5. PHP Masih Sangat Besar di Dunia Nyata
Menempatkan PHP di tier terbawah juga cukup sulit diterima jika kriterianya adalah penggunaan nyata di industri.
Ekosistem PHP masih sangat besar melalui WordPress, Laravel, Symfony, WooCommerce, berbagai CMS, aplikasi bisnis, serta proyek milik agency dan perusahaan skala kecil hingga menengah.
Memang PHP tidak selalu menjadi bahasa yang paling ramai dibicarakan di media sosial developer, tetapi secara ekonomi dan jumlah website yang menggunakannya, pengaruhnya masih sangat besar.
6. Java Tidak Masuk Tier List? Ini Justru Aneh
Kalau sebuah tier list membahas adopsi industri tetapi tidak memasukkan Java, menurut saya ada bagian besar dari realitas industri yang terlewat.
Java masih digunakan secara luas untuk backend enterprise, sistem perbankan, aplikasi pemerintahan, sistem transaksi, Android legacy dan enterprise, serta berbagai platform berskala besar.
Mengabaikan Java dalam pembahasan bahasa pemrograman industri kurang lebih seperti membahas industri otomotif tetapi lupa memasukkan Toyota.
Tier List Versi Adopsi Industri dan Lapangan Kerja
Jika kriterianya difokuskan pada adopsi industri, ukuran ekosistem, relevansi bisnis, dan peluang kerja, saya pribadi akan menyusunnya seperti ini:
- GOAT: C, C++, JavaScript, Java
- Hall of Fame: PHP, C#, Python
- Solid: TypeScript, Go
- Niche / Emerging: Rust
Tentu tier list seperti ini tetap subjektif karena hasilnya sangat bergantung pada metrik yang digunakan. Popularitas di GitHub, jumlah lowongan kerja, penggunaan enterprise, jumlah developer aktif, dan hype komunitas bisa menghasilkan ranking yang berbeda.
Kesimpulan
Bahasa yang ramai dibicarakan belum tentu menjadi bahasa yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan produk dan menjalankan bisnis.
Sebaliknya, bahasa yang dianggap "membosankan" seperti Java, PHP, C#, atau C++ justru masih menjalankan banyak sistem penting di belakang layar.
Jadi kalau ingin membuat tier list bahasa pemrograman yang lebih rasional, sebaiknya bedakan antara hype komunitas, kualitas teknis bahasa, dan adopsi industri nyata.
Menurut kalian, kalau murni berdasarkan dunia kerja dan adopsi industri, bahasa apa yang layak masuk tier paling atas? 🙃

Posting Komentar