Friday, July 18, 2014

Cara Meningkatkan Kinerja Atau Waktu Respons Server Pada Blogger

Cara Meningkatkan Kinerja Atau Waktu Respons Server Pada Blogger
Cara Meningkatkan Kinerja Atau Waktu Respons Server Pada Blogger - Pernahkah anda mengalamu ketika blog anda merasa lambat atau berat untuk di akses ?
Biasanya jika blog anda merasa berat untuk di akses ,ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, diantaranya sebagai berikut :
  • Kurang Memanfaatkan Penyimpanan Cache Browser
Penyimpanan ke cache browser untuk sumber daya statis dapat menghemat waktu pengguna, jika mereka mengunjungi situs Anda lebih dari sekali. Sebaiknya header penyimpanan ke cache berlaku untuk semua sumber daya statis yang dapat disimpan di cache, misalnya gambar. Sumber daya yang dapat disimpan di cache meliputi file JS dan CSS, file gambar, dan file objek biner lainnya seperti file media, PDF, dan sebagainya. Secara umum, HTML tidaklah statis dan tidak dapat disimpan di cache secara default. Sebaiknya Anda mempertimbangkan kebijakan penyimpanan dalam cache  untuk HTML situs Anda.

Aktifkan penyimpanan ke cache browser untuk server Anda. Sumber daya statis setidaknya memiliki masa penyimpanan dalam cache selama seminggu. Untuk sumber daya pihak ketiga seperti iklan atau widget, sumber daya tersebut memiliki masa penyimpanan dalam cache setidaknya satu hari. Untuk semua sumber daya yang dapat disimpan di cache, sebaiknya ikuti pengaturan berikut:
    • Setel Expires minimal satu minggu, dan sebaiknya sampai satu tahun ke depan. (Kami lebih memilih Expires daripada Cache-Control: max-age karena lebih banyak didukung.) Jangan menyetelnya melebihi satu tahun ke depan karena melanggar pedoman RFC. 
    • Jika Anda tahu persis waktu saat sumber daya akan berubah, setel masa berakhir yang lebih pendek. Namun jika sumber daya tersebut "akan segera berubah" tetapi Anda tidak tahu waktunya, sebaiknya setel masa berakhir yang panjang dan gunakan penyidikjarian URL (yang dideskripsikan di bawah).
Header Expires dan Cache-Control: max-age
Header ini menentukan jangka waktu yang dimiliki browser untuk dapat menggunakan sumber daya yang disimpan di cache tanpa perlu memeriksanya untuk mengetahui apakah versi baru tersedia dari server web. Header tersebut merupakan "header penyimpanan ke cache yang kuat" yang berlaku tanpa syarat. Setelah header disetel dan sumber daya diunduh, browser tidak akan mengeluarkan permintaan GET apa pun untuk sumber daya sampai tanggal masa berakhir atau usia maksimum tercapai, atau sampai cache dihapus oleh pengguna.

Header Last-Modifed dan ETag
Header ini menetapkan bagaimana seharusnya browser menentukan apakah file sama untuk tujuan penyimpanan ke cache. Pada header Last-Modified, yang menjadi acuan adalah tanggal. Pada header ETag, yang ditetapkan menjadi acuan dapat berupa nilai apa pun yang mengidentifikasi sumber daya secara unik (umumnya versi file atau hash konten). Last-Modified merupakan header penyimpanan ke cache yang "lemah", dalam artian browser menerapkan heuristik untuk menentukan apakah mengambil item dari cache atau tidak.

Header ini memungkinkan browser memperbarui sumber daya yang disimpan di cache secara efisien dengan mengeluarkan permintaan GET bersyarat saat pengguna memuat ulang laman secara eksplisit. GET bersyarat tidak mengembalikan respons penuh kecuali sumber daya telah berubah di server. Dengan demikian, GET bersyarat memiliki latensi yang lebih rendah daripada GET penuh.

Header penyimpanan ke cache mana yang seharusnya saya gunakan?
Penting untuk menetapkan salah satu dari Expires atau Cache-Control max-age, dan salah satu dari Last-Modified atau ETag, untuk semua sumber daya yang dapat disimpan di cache. Menentukan Expires dan Cache-Control: max-age, atau menentukan Last-Modified dan ETag merupakan hal yang berlebihan.

Menggunakan penyidikjarian URL
Untuk sumber daya yang terkadang berubah, kita dapat meminta browser agar menyimpan sumber daya di cache sampai sumber daya tersebut berubah di server. Dan pada saat sumber daya berubah di server, server memberi tahu browser bahwa versi baru tersedia. Kita dapat mencapai hal ini dengan memberikan URL unik ke setiap versi sumber daya. Misalnya, anggap saja kita memiliki sumber daya yang diberi nama “my_stylesheet.css.” Kita dapat mengubah nama file menjadi “my_stylesheet_fingerprint.css”. Saat sumber daya berubah, begitu juga sidik jarinya, dan kemudian URL-nya pun berubah. Segera setelah URL berubah, browser dipaksa untuk mengambil ulang sumber daya. Penyidikjarian memungkinkan kita menyetel tanggal masa berakhir yang lama ke masa mendatang, bahkan untuk sumber daya yang lebih sering berubah.

Cara umum penyidikjarian adalah dengan bilangan heksadesimal 128-bit yang mengodekan hash konten file tersebut.

Strategi lain adalah dengan membuat direktori rilisan baru untuk setiap versi baru aplikasi dan menempatkan semua aset untuk setiap versi pada direktori berversi. Strategi ini memiliki kelemahan bahwa apabila aset tidak berubah di antara versi, URL-nya masih akan berubah dan memaksa pengunduhan ulang. Menggunakan hash konten tidak terkena dampak masalah ini, tapi sedikit lebih kompleks.
  •  Javascript Dan CSS yang memblok perenderan konten di bagian atas (HEAD)
Sebelum browser dapat merender laman ke pengguna, browser harus menguraikan laman itu. Jika browser menemukan skrip eksternal yang memblokir selama penguraian, browser harus menghentikan dan mengunduh JavaScript tersebut. Setiap kali hal itu dilakukan, perjalanan jaringan bertambah, sehingga menunda waktu perenderan pertama laman.

JavaScript yang diperlukan untuk merender bagian sebelah atas (HEAD) sebaiknya disebariskan, dan JavaScript yang diperlukan untuk menambahkan fungsi tambahan ke laman tersebut ditunda sampai konten sebelah atas selesai ditampilkan. Harap diingat bahwa agar hal ini dapat meningkatkan waktu pemuatan, Anda juga harus Mengoptimalkan Pengiriman CSS.

JavaScript Kecil Satu baris

Apabila skrip eksternal berukuran kecil, Anda dapat langsung menyertakannya ke dalam dokumen HTML. Menyebariskan file kecil dengan cara ini memungkinkan browser melanjutkan proses perenderan laman. Misalnya, apabila dokumen HTML terlihat seperti ini:
<html>
<head>
  <title>MyCekInfo</title>
 <script type="text/javascript" src="Contoh.js"></script>
</head>
<body>
<div>
Hello, world !!! , By : MyCekInfo
</div>
</body>
</html>

Bagaimana ? mungkin dari penjelasan di atas dapat memberikan gambaran untuk anda !
Mari Kita lanjutkan pembahasan ini...

  • Widget Dan Plugin
Tahukah anda, bahwa widget atau plugin sangatlah berpengaruh pada kinerja loading blog anda, misalnya widget dan plugin yang sering sebagian para blogger pasang pada blognya :
    • widget statistik dari Histats.com;
    • widget rank dari Alexa.com;
    • widget fans page dari Facebook.com;
    • widget tweet follow dari Twitter.com;
    • widget pelindung konten dari DMCA.COM;
    • widget donasi dari Paypal.com;
    • plugin Syntak Highlighter untuk mempesentasikan kode program seperti : HTML, Javascript, css, php, python dan lain-lain;
    • dan masih banyak lagi widget dan plugin yang lainnya.
  • Advertisement Atau Periklanan
Sintak advertisement juga dapat memperlambat kinerja loading blog anda, mungkin anda juga sudah tahu apa itu advertisement, salah satu advertisement yang paling populer di kalangan blog yaitu google adsense, infolinks, popcash dan lain-lain.

Tadi adalah beberapa faktor yang membuat kinerja loading blog anda jadi melambat.

Sedikit penjelasan :
Waktu respons server mengukur berapa lama waktu yang diperlukan untuk memuat HTML yang dibutuhkan guna mulai merender laman dari server Anda, setelah dikurangi latensi jaringan antara Google dan server Anda. Mungkin terdapat perbedaan dari satu waktu respons ke waktu respons berikutnya, namun perbedaannya seharusnya tidak terlalu besar. Bahkan, waktu respons server yang sangat bervariasi dapat menunjukkan masalah kinerja yang mendasar.

Sedikit Saran :
Anda sebaiknya mengurangi waktu respons server di bawah 200 milisekon. Ada sejumlah faktor potensial yang dapat memperlambat respons server Anda: logika aplikasi yang lambat, kueri basis data yang lambat, perutean yang lambat, kerangka kerja, perpustakaan, kekurangan CPU sumber daya, atau kekurangan memori. Anda perlu mempertimbangkan semua faktor tersebut untuk meningkatkan waktu respons server. Langkah pertama untuk mengetahui alasan waktu respons server yang tinggi adalah dengan mengukurnya. Lalu, dengan data yang ada, periksa panduan yang tepat mengenai cara mengatasi masalah. Setelah masalah tersebut terselesaikan, Anda harus terus mengukur waktu respons server dan mengatasi segala hambatan kinerja di masa mendatang.
  • Kumpulkan dan periksa data dan kinerja yang ada. Jika tidak ada yang tersedia, evaluasi menggunakan solusi pemantauan aplikasi web otomatis (ada versi sumber terbuka dan dihosting yang tersedia untuk sebagian besar platform), atau tambahkan instrumentasi khusus.
  • Identifikasi dan perbaiki hambatan kinerja teratas. Jika Anda menggunakan kerangka kerja web populer, atau platform pengelolaan konten, periksa dokumentasi untuk praktik terbaik pengoptimalan kinerja.
  • Pantau dan peringatkan tentang segala regresi kinerja di masa mendatang! 
Sekian Artikel Dari Saya Semoga Bisa Membantu !!!

Saya hanya seorang "newbie" yang baru bisa ngoding lohor kemarin.

8 komentar

Sorry mas bro, aku butuh penjelasan lebih lengkap, semua script tersebut menaruhnya di mana ? Karena sampai sekarang aku masih kesulitan dengan masalah tersebut ....

Gak niat loe bikin artikel Mas Bro? payah ach, gw kira nemu caranya gak taunya copas doang dari keterangan page speed google hmmmm

yup betul, ane lg ga niat nulis waktu itu jadi ane cuma terjemahin aja. di sana ane jg cantumin sumbernya ko. jadi apa masalahnya ? :p

Pantesan ini aja ditulis di author salah gw sih:

Anak *ingusan* yang baru bisa ngoding kemarin-kemarin, hanya newbie :) .

Sorry salah gw yang gak liat scapenya

haha lagi asyik ngebaca ujung-ujngnya yah kecewa, tapi thangks udah bagi infonya..


EmoticonEmoticon