Monday, April 28, 2014

apa itu Web Service Soap Dan Rest ? Kira-Kira bagus yag mana ?


Web service merupakan kunci integrasi untuk aplikasi-aplikasi yang berbeda platform, bahasa, dan sistem. Dengan kata lain kita dapat menyebut web service sebagai "titik temu bisnis". REST masih cukup baru, sedangkan SOAP telah merevolusi RPC dan lebih terbuka dibanding batasan-batasan yang ada di versi sebelumnya. Terminologi
  • SOAP adalah Simple Object Access Protocol.
  • HTTP berbasis API berarti API yang diekspos sebagai salah satu atau lebih HTTP URI dan respon berupa XML/JSON. Skema respon dapat dikustomasi untuk setiap objek.
  • REST pada sisi yang lain menambahkan sebuah elemen untuk menggunakan URI standar, dan juga memberikan kepentingan kepada penggunaan HTTP (seperti GET/POST/PUT, dsb.).
Meskipun beberapa tahun ini kita melihat perkembangan teknologi web service, tetapi popularitas SOAP tetap tidak berkurang. Arsitektur internet datag dengan argumen yang bagus untuk menekan soap di sisi yang lain: ada metode yang lebih baik untuk membangun web service dalam bentuk Representational State Transfer (REST). REST lebih kepada filosofi lama, ketimbang sebuah teknologi yang baru. Tetapi dalam kenyataannya datang kemudian dalam teknologi. Sedangkan SOAP nampak seperti lompatan baru ke fase selanjutnya dalam pengembangan internet dengan sekumpulan spesifikasi baru, filosofi REST mendukung bahwa prinsip dan protokol yang sudah ada di Web cukup untuk membuat web servide yang kuat (robust). Hal ini berarti bahwa developer yang mengerti HTTP dan XML dapat mulai membangun web service tanpa membutuhkan toolkit di belakang apa yang biasanya digunakan dalam pengembangan aplikasi internet. Dalam arsitektur REST, kunci resource diidentifikasi, dapat berupa entitas, koleksi, atau yang lain dimana nampak lebih bernilai ketika memiliki URI sendiri. Metode standar _ dalam kasus ini, cara kerja HTP, dipetakanke semantik-semantik resource-specific. Semua resource mengimplamentasikan interface yang seragam. Dimensi tipe konten, yang mengijinkan representasi berbeda dari resource-resource ( dalam XML, HTML, dan plain text), sebaik kemampuan links ke resource dalam representasi resource. Pikirkan, misal GET pda /customer/4711 akan mengembalikan dokumen yang mengandung link secara spesifik /order/xyz.



         KESIMPULAN Dari penjelasan detail di atas dapat dikatakan bahwa SOAP tidak semudah itu, SOAP membutuhkan usaha implementasi yang lebih besar dan pengetahuan di sisi klien, sedangkan web service berbasis HTTP atau REST-API membutuhkan implementasi yang lebih besar dan pengetahuan di sisi server. Adopsi API dapat meningkatkan lebih jauh lagi jika interface berbasis HTTP disediakan. Faktanya, HTTP berbasis API dengan respon XML/JSON mewakili yang terbaik dari kedua turunan dan mudah diimplementasikan dalam server semudah mengkonsumsi melalui server. Untuk mengkonsumsi web service, kadang-kadang bingung mengimplementasikan mana yang lebih mudah. Sebagai contoh Google AdWords web service sangat sulit untuk dikonsumsi (dalam CF apapun), karena menggunakan header SOAP, dan sejumlah hal lain yang membuatnya sulit. Sebaliknya, web service REST Amazon kadangkala rumit untuk diuraikan (pase) karena sangat berulang, dan hasil schema dapat sedikit bervariasi sesuai dengan apa yang Anda cari. Arsitektur mana yang Anda pilih, pastikan pilih yang termudah bagi developer untuk mengaksesnya, dan tersokumentasi dengan baik. Akhirnya ketika Anda meng-host layanan internet, hal tersebut adalah kompleksitas sisi klien yang paling penting untuk menarik klien untuk menggunakan web service Anda. Web Service SOAP dan RESTful mempunyai filosofi yang berbeda. SOAP sesungguhnya sebuah protokol komputasi terdistribusi berbasis XML, dimana REST cenderung masih sangat baru, desain berbass web. Sebagai catatan SOAP tidak sekompleks yang dikatakan banyak sumber, SOAP dapat dikatakan kompleks ketika digunakan untuk banyak ekstensi.  
Summary
# Keuntungan SOAP :
  • bahasa, platform, dan transport agnostic
  • dirancang untuk menangani lingkungan komputasi terdistribusi
  • merupakan standar yang berlaku untuk web servis, sehingga mempunyai dukungan yang lebih baik dari standar yang lain (WSDL, WS-*) dan tools dari berbagai vendor
  • built-in error handling (faults)
  • extensibility
# Kelemahan SOAP :
  • secara konseptual lebih sulit, lebih "heavy-weight" dibanding REST
  • lebih "verbose" (membutuhkan lebih banyak pernyataan/kode program)
  • sulit untuk dikembangkan, mebutuhkan tools
# Keuntungan REST :
  • bahasa dan platform agnostic
  • lebih sederhana/simpel untuk dikembangkan ketimbang SOAP
  • mudah dipelajari, tidak bergantung pada tools
  • ringkas, tidak membutuhkan layer pertukaran pesan (messaging) tambahan
  • secara desain dan filosofi lebih dekat dengan web
# Kelemahan REST :
  • Mengasumsi model point-to-point komunikasi - tidak dapat digunakan untuk lingkungan komputasi terdistribusi di mana pesan akan melalui satu atau lebih perantara
  • Kurangnya dukungan standar untuk keamanan, kebijakan, keandalan pesan, dll, sehingga layanan yang mempunyai persyaratan lebih canggih lebih sulit untuk dikembangkan ("dipecahkan sendiri")
  • Berkaitan dengan model transport HTTP
~~~ Selesai :) ~~~

Saya hanya seorang "newbie" yang baru bisa ngoding lohor kemarin.

1 komentar so far

Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!


EmoticonEmoticon